Politikus senior PDIP, Seno Kusumoarjo katakan masyarakat Boyolali guyub rukun
Masyarakat Kabupaten Boyolali tak bisa dibuat pola, seperti halnya yang berada di media sosial (medsos) jenis Tik Tok, dimana seorang perempuan berseragam Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang viral.

Elshinta.com - Masyarakat Kabupaten Boyolali tak bisa dibuat pola, seperti halnya yang berada di media sosial (medsos) jenis Tik Tok, dimana seorang perempuan berseragam Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang viral.
“Sebenarnya masyarakat Boyolali itu tidak bisa dibuat pola atau diobok-obok seperti dalam Tik Tok ASN yang viral seperti itu, masyarakat Boyolali itu guyub rukun. Justru dengan adanya itu, malah mensolidkan PDIP Boyolali,” kata politikus senior sekaligus Dewan Kehormatan DPC PDI P Boyolali, Seno Kusumoarjo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (20/11).
Dikatakan Seno, jika terjadi manuver tak jelas seperti di Tik Tok tersebut, tak berpengaruh terhadap PDI Perjuangan di Boyolali.
“Tidak ada pengaruhnya untuk di Boyolali. Ya, mungkin dengan adanya Tik Tok viral itu, banyak yang lihat mereka senang, kalau soal komen pasti ada yang komen bagus dan tidak bagus, itu sudah biasa,” ujarnya.
Politikus senior PDI P Boyolali yang mendukung calon presiden dan wakil presiden Ganjar-Mahmud tersebut mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu pasangan capres mana yang berada di belakang dalam medsos tersebut.
“Saya tidak tahu, yang membawa pasangan capres mana itu. Kalau caranya seperti itu, menurut saya di Boyolali malah tidak diterima oleh masyarakat, saya tahu watak dan karakteristik warga Boyolali,” kata Seno.
Menanggapi terkait beredarnya selembaran dalam medsos terkait iuran untuk pemenangan Ganjar-Mahfud, Seno Kusumoarjo mengatakan, bila tahu hal tersebut dan memiliki bukti yang kuat, supaya dilaporkan ke Bawaslu.
“Kalau ada temuan, menurut saya lapor saja ke Bawaslu, biar nanti diproses secara hukum. Negara kita kan negara hukum. Saya masih percaya penegakan hukum di Indonesia. Tapi kalau hukum yang sifatnya politik nanti dulu, soalnya kasus MK kemarin juga seperti itu,” kata Seno.
Lanjutnya, sampai saat ini, PDIP Boyolali akan fokus pada pemenangan Ganjar-Mahfud dan target kursi DPRD Kabupaten Boyolali.
“PDIP Boyolali saat ini fokus menangkan Ganjar-Mahfud dan target legislatif Boyolali. Kasus seperti itu kalau menurut PDIP Boyolali kasus abal abal, tapi PDIP tidak menghindar dalam kasus hukum, kalau memang benar kita hadapi,” tandasnya.
Seno Kusumoarjo menyakini, bahwa Pilpres 2024 mendatang pemenangnya adalah Ganjar-Mahfud. Menurutnya, semakin PDIP dianiaya atau diintimidasi, membuat PDIP mencari jalannya sendiri.
“Kami yakin nanti pemenangnya Ganjar-Mahfud. Tetapi apabila PDIP dianiaya, ditekan tekan diintimidasi, PDIP akan menang dan mencari jalannya sendiri,” kata dia.